- Back to Home »
- SMART itu GUE
Posted by : Unknown
Friday, 29 November 2013
Siang-siang gini paling enak kalau kita joget SMART, hah SMART? Apa itu? Itu loh jogetnya boyband yang ngehits banget lewat judul cinta cenat cenut. Itu SMASH, jauh kemana-mana kali.
| sumber gambar : google.com |
Ya, setidaknya itulah celotehan yang terlontar dari keponakan gue yang sangat lucu, imut, sekaligus menggemaskan. Kira-kira usianya hampir menginjak dua tahun, yang idola favoritnya adalah SMART, maaf SMASH maksud gue. Bukan cuma SMASH yang berubah jadi SMART, SMS saja berubah jadi EME EME, jauh kemana-mana.
Sebenarnnya inti tulisan ini bukan membahas mengenai SMASH atau EME EME, tapi gue lebih fokus ke arah SMART.
Kata SMART mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar, bahkan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam berkomunikasi dengan orang lain sering sekali kita menggunakan kata yang satu ini. Seperti misalnya di lingkungan sekolah atau kampus, "Heh loe jadi orang SMASH dikit dong? Ngerjain kaya gini aja gk bisa!". Ups ngaco, maaf pemirsa jadi kebawa-bawa logat bahasa keponakan, maksud gue SMART.
Apa sih SMART itu? Apa teman-teman pembaca juga mengartikan kata SMART sama seperti keponakan gue yang unyu ? *senyum-senyum mak lampir*. Satu kata yang paling fenomenal selain kata KORUPSI yaitu kata SMART.
Masalah-masalah yang hinggap pada diri kita pada dasarnya mampu kita selesaikan dengan baik, namun tak sedikit orang yang sudah menyerah sebelum berjuang. Oleh karena itu menjadi SMART itu penting, ada hal-hal dimana kita tidak bisa menyelesaikan segala sesuatu dengan fisik atau otot, tapi dengan otak, dengan kecerdasan, atau kepintaran dalam mengambil keputusan. Itulah yang diungkapkan Kang Dadang dan Bi Icem penjual karedok dan gorengan yang sering berjualan di wilayah dekat rumah. Memang betul adanya, menjadi SMART itu penting, gue sangat setuju sekali dengan Kang Dadang dan Bi Icem.*Pemeran utamanya Kang Dadang dan Bi Icem*
![]() |
| sumber gambar : google.com |
Orang yang SMART bukanlah orang yang selalu pintar dalam akademik, atau orang-orang yang memiliki IPK bagus, ataupun orang-orang yang selalu mendapat ranking satu dikelasnya. SMART itu cakupannya luas, tidak terbatas pada aspek-aspek tertentu, ketika kita berbicara SMART, maka ini sudah masuk dalam ranah general atau universal.
Ketika kita berbinis, maka jadilah pebisnis yang SMART, ketika kita dalam aspek jual beli, jadilah penjual dan pembeli yang SMART, ketika kita berada di lingkungan keluarga ya jadilah anak dan orang tua yang SMART. Bahkan ketika kita berada di lingkup sekolah atau kampus, jadilah siswa atau mahasiswa yang SMART, termasuk guru dan dosen juga loh. *Kedip-kedip gombal*
Orang SMART adalah orang yang memiliki kreatifitas, selalu mempunyai inovasi, memiliki karakter yang kuat, selalu berusaha menjadi lebih baik, memiliki ide atau gagasan yang cemerlang, dan peka terhadap sesuatu. Maka dari itu, untuk menjadi SMART bukan suatu keharusan memiliki IPK 8 *Gile loe dro, sejak kapan IPK sampe 8*, bukan suatu keharusan untuk mengejar ranking satu, meskipun itu penting namun yang terpenting adalah mau atau tidak kita menjadi SMART?
| sumber gambar : google.com |
Yakinkan kalau diri kita SMART, jangan under estimate terhadap diri sendiri, percaya diri lebih baik, dari pada mati di tengah jalan *Hellooo sangkut pautnya dari mana tiba-tiba bisa mati ditengah jalan*. Sarana untuk menjadi cerdas bukan hanya sekolah, kampus, atau tempat pelatihan-pelatihan saja, namun untuk menjadi cerdas bisa kita timba dimana saja. Lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan sosial, ataupun lingkungan lainnya. Banyak sarana untuk kita bisa menjadi SMART, justru pengalamanlah yang menjadikan kita cerdas, semakin banyak pengalaman, semakin banyak cobaan, semakin banyak rintangan, semakin banyak kritikan, maka akan semakin SMART lah kita. Pola pikir kita akan terbentuk dengan sendirinya, bagaimana mengambil suatu keputusan dengan bijak, bagaimana menghadapi masalah dengan senyuman, bagaimana memulai menapaki karir dengan percaya diri, bagaimana untuk meraih kesuksesan, dan masih banyak lainnya.
Ingat, yang menjadikan kita SMART itu bukan orang lain, melainkan kesiapan kita untuk mendapatkan karakter SMART itu sendiri. Maka siapakanlah diri sebaik-baiknya untuk menyambut segala kebaikan yang Tuhan berikan.
| sumber gambar : google.com |
Lalu, penulis sendiri sudah merasa SMART belum? Och och och, sudah dong bro. Pede aja lagi, sugestikan kalau diri kita SMART, jangan cepat menyerah terhadap nasib, diri sendiri adalah sebaik-baiknya guru di dunia ini. Lalu dari mana penulis tau kalau ente udah SMART ? Ya dari Ceu Odah lah, beliau yang bilang kalau gue SMART getoohh.*Ngakak Guiling-Guling*.
Untuk melihat diri kita SMART atau tidak, tergantung perspektif kita masing-masing, mau dilihat dari sudut apa bebas-bebas saja. Yang penting selama itu baik buat diri sendiri, bisa memacu ke arah yang lebih berguna dan bermanfaat, ya jalankan saja. Tak perlu ambil repot dengan cemoohan atau kritikan orang lain. Perlu diingat, kritikan itu perlu, namun ambil kritikan yang baik-baik, yang mampu mendorong orang lain ataupun diri sendiri ke arah yang lebih bijaksana.
Saya Rendy K W A salam SMART
Terimakasih



Haloo, Emak Gaoel mampir yaa...
ReplyDeleteTerima kasih sudah ikut Lomba Ultah Blog Emak Gaoel.
Good luck! :)
Haloo, Emak Gaoel mampir ngecek-ngecek peserta.
ReplyDeleteTerima kasih ya sudah ikut meramaikan Ultah Blog Emak Gaoel.
Good luck! ^_^
wakakakak.... *guling-guling sampe nangis* Slaut deh, ini definisi Smart diborong semua, emang Smart deh :D
ReplyDelete