Popular Post

Posted by : Unknown Wednesday, 20 November 2013

anti korupsi
sumber gambar : koruptor-indonesia.blogspot.com
Miris, mungkin itulah ungkapan yang paling pantas untuk kondisi di negara kita tercinta ini, carut marut yang terjadi di lembaga pemerintahan seakan-akan menimbulkan tanda tanya besar kepada publik, apakah fenomena ini hanya tradisi atau budaya yang sudah mengakar. Bagi para pemegang kekuasaan seakan tak gentar untuk melawan hukum, dan yang paling mencengangkan hukumpun dengan mudahnya diperjual belikan. Itulah KORUPSI, satu kata tapi membawa pengaruh yang besar terhadap perusakan moral  dan citra bangsa.

Publik disuguhi berbagai aksi atau fenomena korupsi oleh pejabat-pejabat pemerintahan, bukan hanya satu kali, bahkan suguhan itu bagai rentetan kejadian yang tak henti-henti. Mulai dari pejabat kementerian, pejabat dalam bidang politik, ataupun yang paling menggegerkan adalah korupsi oleh pejabat dalam bidang hukum. 

Analoginya adalah korupsi itu ibarat pohon, pohon yang besar dengan batang yang kokoh, ditumbuhi cabang-cabang yang kemudian cabang tersebut bercabang lagi atau kita sebut ranting. Namun masalah utama tersebut bukan terletak pada batangnya namun pada akarnya. Korupsi itu adalah akar dari segala masalah,  Akar itu menguatkan, bahkan untuk mematikan pohon tersebut tidak bisa kita hanya menebang batangnya saja, justru akarnyalah yang harus kita habisi.

gayus korupsi
sumber gambar : google.com
nazarudin korupsi
sumber gambar : google.com
angelina sondakh korupsi
sumber gambar : abc.net.au
andi malarangeng korupsi
sumber gambar : kompas
lhi korupsi
sumber gambar : republika
akil korupsi
sumber gambar : kompas
Apa yang ada di benak anda ketika melihat orang-orang tersebut? Mungkin kata korupsi adalah hal pertama yang akan anda ingat. Kadang masyarakat atau publik dibuat penasaran oleh hal-hal seperti ini, mereka dengan jabatan yang tinggi, kemudian gaji yang besar, materi yang berlimpah, masih saja meraup keuntungan dengan menyalahgunakan jabatannya.

Mungkin pepatah "Kejahatan bukan saja terjadi karena ada niat, tapi karena ada kesempatan" itu bukan isapan jempol semata, tapi benar-benar terjadi. Baru-baru ini publik dikejutkan oleh pejabat di Mahkamah Konstitusi, salah satu lembaga hukum tertinggi di Indonesia dengan melakukan tindak korupsi berupa kasus suap. Lantas jika sudah seperti ini, apalagi yang bisa publik percaya dari pemerintahan yang sedang berlangsung ini. Jika hukum saja dengan mudah disalahgunakan, kemana lagi publik bisa percaya, kepada lembaga mana lagi publik harus mengadu?

Akar dari masalah itu harus segera dicabut, lalu akarnya itu siapa dan seperti apa? Menurut saya akar dari masalah tersebut adalah simtem, manajemen, serta kesadaran dari pribadi masing-masing.

Jika sistem kita perbaiki, hukum dipertegas, serta tata keuangan dalam suatu lembaga dikelola dengan baik insya allah semua akan berjalan dengan lancar.

Sekarang ini, tren korupsi di Indonesia sungguh sangat memalukan, banyak koruptor yang tersenyum lebar, tertawa, serta dengan ramahnya membalas senyuman setiap orang, seperti tak takut akan hukuman. Mereka seperti merendahkan arti hukum itu sendiri, seperti menganggap hukum di negara ini bisa dipermainkan. Oleh sebab itu, cara terampuh untuk menghilangkan tindakan korupsi adalah dengan hukuman mati atau sita semua aset kekayaan yang dimiliki kepada negara, sehingga para pelaku korupsi jatuh miskin.

korupsi indonesia
sumber gambar : obrolanpolitik.blogspot.com

Tak sadar para koruptor telah melukai hati rakyat, termasuk saya sendiri, bagaima tidak, uang miliyran hingga triliunan rupiah hasil dari pajak yang diberikan rakyat, mereka gondol tanpa segan-segan. Mungkin itulah segelintir kasus korupsi yang sedang heboh di media masa, sebenarnya korupsi itu tidak selalu dalam bentuk yang besar dan kasat mata saja, namun juga hal-hal kecil yang dianggap sepele.

Sebagi contoh, seorang anak yang meminta uang untuk membeli buku dengan harga Rp.50.000,- padahal harga asli dari buku tersebut adalah Rp.30.000,- , contoh lagi korupsi oleh seorang kasir pegawai toko, ada konsumen berbelaja dengan total jumlah harga yang dibelanjakan konsumen tersebut adalah Rp.78.500,- kemudian membayar dengan uang pecahan Rp.100.000,- kasir tersebut hanya mengembalikan uang Rp.21.000,- lalu uang Rp.500,- tidak dikembalikan dengan alasan tidak ada receh. Memang benar nominal uang Rp.500,- sangatlah kecil, tapi coba anda bayangkan jika dalam satu hari konsumen yang datang ada 5000 orang, bayangkan berapa keuntungan yang bisa diperoleh.

Contoh lain adalah, ketika seorang siswa atau mahasiswa mencontek, mencontek merupakan salah satu bentuk korupsi yang terlalu disepelekan, menjiplak, mengcopy, membajak laporan temannya merupakan korupsi yang rata-rata hampir dilakukan. Hal ini tentunya berlaku bagi dosen atau guru, kadang dosen sering tidak hadir, dengan alasan ada urusan, sibuk, atau apalah, yang jelas-jelas dalam hal ini dosen atau guru tersebut telah korupsi, yaitu korupsi waktu mengajar, murid, siswa, atau mahasiswa berhak mendapatkan pengajaran dari guru atau dosen tersebut.

Kadang kita terlalu sibuk memikirkan hal yang besar, tanpa melihat hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Saya harap hal seperti ini bisa dibina sejak dini, jika dasar kita sudah terbentuk karakter yang kuat, maka dengan sendiri hal-hal negatif seperti itu tidak akan berpengaruh.

no korupsi
sumber gambar : www.suarapembaruan.com

Dalam pandangan ISLAM sendiri, dosa besar bagi orang-orang yang melakukan tindakan seperti itu, atau mengambil hak orang lain, sebagaimana tercantum dalam hadits muslim.

Rasulullah saw pernah bersabda:
(( مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَل ، فَكَتَمَنَا مِخْيَطاً فَمَا فَوْقَهُ ، كَانَ غُلُولاً يَأتِي به يَومَ القِيَامَةِ ))
Barangsiapa di antaramu kami minta mengerjakan sesuatu untuk kami, kemudian ia menyembunyikan satu alat jahit (jarum) atau lebih dari itu, maka perbuatan itu ghulul (korupsi) harus dipertanggung jawabkan nanti pada Hari Kiamat. (HR. Muslim)

Lalu dari hadts yang lain, diriwayatkan dari Said bin Zaid bin Amr bin Nufail radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: 
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara dhalim, maka Allah akan mengalungkan di lehernya pada Hari Kiamat nanti dengan setebal tujuh lapis bumi. (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Sebagai seorang MUSLIM sudah sepantasnya kita takut akan azab Allah SWT. Sudah sepantasnya kita menhetahui kekuasaan-Nya, tak akan ada jalan bagi orang-orang yang sesat kecuali neraka. Jangan mau setan menertawakan kita, jangan mau jika setan ingin berunding dengan kita, kuatkankan iman, perbanyak baca alquran, perbanyak solawat, sholat lima waktu tegakan. Insya Allah, segala bentuk kebatilan akan luntur dengan sendirinya.

Jadilah orang yang selalu Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Aswaja) dan selalu Anti Korupsi, apa itu aswaja?  Definisi Aswaja Secara umum adalah  satu kelompok atau golongan yang senantiasa komitmen mengikuti sunnah Nabi SAW dan Thoriqoh para shabatnya dalam hal aqidah, amaliyah fisik ( fiqih) dan hakikat ( Tasawwuf dan Akhlaq ) . Sedangkan definisi Aswaja secara khusus adalah golongan yang mempunyai I’tikad / keyakinan yang searah dengan keyakinan jamaah Asya’iroh dan Maturidiyah.

JANGAN KORUPSI
Sumber gambar : trimoleksono.com

Tugas untuk meberantas korupsi bukanlah hanya tugas polisi, KPK, orang tua, guru, dan lain-lain. Tapi juga merupakan tugas kita bersama, antara lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, kemudian lingkungan sekolah, dan lingkingan sosial yang lain saling berkorelasi. Sudah selayaknya kita saling mengingatkan satu sama lain, tak perlu takut, yang perlu kita takutkan adalah Allah SWT.

Bentuklah karakter yang kuat, bentuklah iman yang kuat, perbanyak ibadah, karena dengan ingat kepada Allah maka dengan sendirinya kita akan ingat kepada dosa-dosa kita.

Mudah-mudahaan dengan tulisan singkat ini, bisa menjadi bahan renungan bagi pembaca, khususnya memaknai arti korupsi. Tak lupa pula, saya sebagai penulis menghimbau untuk terus berjuang dijalan yang lurus. Aturan atau norma yang berlaku jika diterapkan dengan baik, maka semua itu akan jauh lebih indah.

Kesempurnaan hanya milik Allah, penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan ataupun yang tidak sengaja menyinggung para pembaca.

Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sekian, terima kasih.





Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Simple Story - Rendy K - Powered by Rendy K - Designed by Johanes Djogan -