Archive for November 2013
SMART itu GUE
By : Unknown
Siang-siang gini paling enak kalau kita joget SMART, hah SMART? Apa itu? Itu loh jogetnya boyband yang ngehits banget lewat judul cinta cenat cenut. Itu SMASH, jauh kemana-mana kali.
| sumber gambar : google.com |
Ya, setidaknya itulah celotehan yang terlontar dari keponakan gue yang sangat lucu, imut, sekaligus menggemaskan. Kira-kira usianya hampir menginjak dua tahun, yang idola favoritnya adalah SMART, maaf SMASH maksud gue. Bukan cuma SMASH yang berubah jadi SMART, SMS saja berubah jadi EME EME, jauh kemana-mana.
Sebenarnnya inti tulisan ini bukan membahas mengenai SMASH atau EME EME, tapi gue lebih fokus ke arah SMART.
Kata SMART mungkin sudah tidak asing lagi kita dengar, bahkan dalam kehidupan sehari-hari atau dalam berkomunikasi dengan orang lain sering sekali kita menggunakan kata yang satu ini. Seperti misalnya di lingkungan sekolah atau kampus, "Heh loe jadi orang SMASH dikit dong? Ngerjain kaya gini aja gk bisa!". Ups ngaco, maaf pemirsa jadi kebawa-bawa logat bahasa keponakan, maksud gue SMART.
Apa sih SMART itu? Apa teman-teman pembaca juga mengartikan kata SMART sama seperti keponakan gue yang unyu ? *senyum-senyum mak lampir*. Satu kata yang paling fenomenal selain kata KORUPSI yaitu kata SMART.
Masalah-masalah yang hinggap pada diri kita pada dasarnya mampu kita selesaikan dengan baik, namun tak sedikit orang yang sudah menyerah sebelum berjuang. Oleh karena itu menjadi SMART itu penting, ada hal-hal dimana kita tidak bisa menyelesaikan segala sesuatu dengan fisik atau otot, tapi dengan otak, dengan kecerdasan, atau kepintaran dalam mengambil keputusan. Itulah yang diungkapkan Kang Dadang dan Bi Icem penjual karedok dan gorengan yang sering berjualan di wilayah dekat rumah. Memang betul adanya, menjadi SMART itu penting, gue sangat setuju sekali dengan Kang Dadang dan Bi Icem.*Pemeran utamanya Kang Dadang dan Bi Icem*
![]() |
| sumber gambar : google.com |
Orang yang SMART bukanlah orang yang selalu pintar dalam akademik, atau orang-orang yang memiliki IPK bagus, ataupun orang-orang yang selalu mendapat ranking satu dikelasnya. SMART itu cakupannya luas, tidak terbatas pada aspek-aspek tertentu, ketika kita berbicara SMART, maka ini sudah masuk dalam ranah general atau universal.
Ketika kita berbinis, maka jadilah pebisnis yang SMART, ketika kita dalam aspek jual beli, jadilah penjual dan pembeli yang SMART, ketika kita berada di lingkungan keluarga ya jadilah anak dan orang tua yang SMART. Bahkan ketika kita berada di lingkup sekolah atau kampus, jadilah siswa atau mahasiswa yang SMART, termasuk guru dan dosen juga loh. *Kedip-kedip gombal*
Orang SMART adalah orang yang memiliki kreatifitas, selalu mempunyai inovasi, memiliki karakter yang kuat, selalu berusaha menjadi lebih baik, memiliki ide atau gagasan yang cemerlang, dan peka terhadap sesuatu. Maka dari itu, untuk menjadi SMART bukan suatu keharusan memiliki IPK 8 *Gile loe dro, sejak kapan IPK sampe 8*, bukan suatu keharusan untuk mengejar ranking satu, meskipun itu penting namun yang terpenting adalah mau atau tidak kita menjadi SMART?
| sumber gambar : google.com |
Yakinkan kalau diri kita SMART, jangan under estimate terhadap diri sendiri, percaya diri lebih baik, dari pada mati di tengah jalan *Hellooo sangkut pautnya dari mana tiba-tiba bisa mati ditengah jalan*. Sarana untuk menjadi cerdas bukan hanya sekolah, kampus, atau tempat pelatihan-pelatihan saja, namun untuk menjadi cerdas bisa kita timba dimana saja. Lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan sosial, ataupun lingkungan lainnya. Banyak sarana untuk kita bisa menjadi SMART, justru pengalamanlah yang menjadikan kita cerdas, semakin banyak pengalaman, semakin banyak cobaan, semakin banyak rintangan, semakin banyak kritikan, maka akan semakin SMART lah kita. Pola pikir kita akan terbentuk dengan sendirinya, bagaimana mengambil suatu keputusan dengan bijak, bagaimana menghadapi masalah dengan senyuman, bagaimana memulai menapaki karir dengan percaya diri, bagaimana untuk meraih kesuksesan, dan masih banyak lainnya.
Ingat, yang menjadikan kita SMART itu bukan orang lain, melainkan kesiapan kita untuk mendapatkan karakter SMART itu sendiri. Maka siapakanlah diri sebaik-baiknya untuk menyambut segala kebaikan yang Tuhan berikan.
| sumber gambar : google.com |
Lalu, penulis sendiri sudah merasa SMART belum? Och och och, sudah dong bro. Pede aja lagi, sugestikan kalau diri kita SMART, jangan cepat menyerah terhadap nasib, diri sendiri adalah sebaik-baiknya guru di dunia ini. Lalu dari mana penulis tau kalau ente udah SMART ? Ya dari Ceu Odah lah, beliau yang bilang kalau gue SMART getoohh.*Ngakak Guiling-Guling*.
Untuk melihat diri kita SMART atau tidak, tergantung perspektif kita masing-masing, mau dilihat dari sudut apa bebas-bebas saja. Yang penting selama itu baik buat diri sendiri, bisa memacu ke arah yang lebih berguna dan bermanfaat, ya jalankan saja. Tak perlu ambil repot dengan cemoohan atau kritikan orang lain. Perlu diingat, kritikan itu perlu, namun ambil kritikan yang baik-baik, yang mampu mendorong orang lain ataupun diri sendiri ke arah yang lebih bijaksana.
Saya Rendy K W A salam SMART
Terimakasih
Everything you need to End up being Juvederm
By : Unknown| source : google.com |
Everyone wants to enjoy
delightful not to mention new researching face. Regretably, several need many of
these perfect face. Attributable to complex from hassle not to mention a raised
quote from water pollution, the skin we have takes place increasing age sooner
than the software would once a lot of dozens of years spine. Easily existence
not to mention negligence increases the software.
Old and wrinkly not to
mention padded face appears to be like dreadful besides making usa check
damaging at a lot of our mates. One of the marionette betting lines and
nasolabial folds over can be betting lines who glance out of your body for the
bouquet not to mention flows downwards until such time as the part of your
mouth. Sanctioned response of face increasing age.
Juvederm injectables
offered for sale systematically operated globally making one of the nasolabial
betting lines not to mention caring for alternative face together with. It's
always for an important gelatinized style and will be comfortably shot in your
inside the and face. Now that the software will become within the ambani house
face, functions to decrease and decrease the signs of face increasing age want
wrinkles not to mention wrinkles. What's more , effects recuperation keloid
dings because of an acne breakout and problems besides making your mind check 10
years younger.
Whatever face situations will do Juvederm get rid
of?
Juvederm is so popular skin filler employed most people. You'll be
able to look up to quince quite a few years 10 years younger experienced
Juvederm. There are many face conditions is handled by way of Juvederm.
Functions concerning out of date keloid dings because of an acne breakout not to
mention cuts back one of the ly visible from fine lines.
Nasolabial folds
over help your happy face check classic not to mention deceive one of the
genuine style of one's happy face. What's more , works well for the reason that
filler. At the same time slimmer pure is presented with a particular improved
upon good condition by way of Juvederm; what's more , cuts back one of the look
down upon betting lines against your temple. While you insert one of the
Juvederm injection, to help generate eleven a long time against your face. Every
eleven a long time, learning receive a second injection to decrease the
consequence of increasing age.
| source : google.com |
Services one of the Juvederm
needles
The best thing that the Juvederm through San Antonio is usually
that the healing needs minimal lead-time. With 10-15 minutes, one of the
gelatinized will become within the ambani house face. It is the a minimum of
obtrusive treatment. You do not have to try a break while using the succeed and
cease your daily fun-based activities to the current healing. You simply won't
be have to take recovery and stick in your residential home. As soon as
injection has you'll be able to restart your main frequent existence and reveal
oh no- your training.
Call a competent advisors along the lines of
Medical spa Brown who actually comprehend most beneficial the Juvederm healing.
You obtain exposed gains with periods.
The job basically obtrusive
generally speaking one of the clinical professionals stay away from ease. There
isn't an instance essential for readying one of the subjects. One of the filler
used by laser hair removal might be genuine not to mention biodegradation. The
software will become engrossed inside the bricks-and-mortar strategy with no
trouble. Because carries lidocaine a problem reliving drug, you simply won't be
believe whatever pain sensation and hard wearing anguish. This approach more
than likely will be gentlest solution which they can use making the actual skin
check noticeably 10 years younger caldas da rainha, peniche and santarem per
hour.
Korupsi : Satu Kata Berjuta Perkara
By : Unknown
Miris, mungkin itulah ungkapan yang paling pantas untuk kondisi di negara kita tercinta ini, carut marut yang terjadi di lembaga pemerintahan seakan-akan menimbulkan tanda tanya besar kepada publik, apakah fenomena ini hanya tradisi atau budaya yang sudah mengakar. Bagi para pemegang kekuasaan seakan tak gentar untuk melawan hukum, dan yang paling mencengangkan hukumpun dengan mudahnya diperjual belikan. Itulah KORUPSI, satu kata tapi membawa pengaruh yang besar terhadap perusakan moral dan citra bangsa.
Publik disuguhi berbagai aksi atau fenomena korupsi oleh pejabat-pejabat pemerintahan, bukan hanya satu kali, bahkan suguhan itu bagai rentetan kejadian yang tak henti-henti. Mulai dari pejabat kementerian, pejabat dalam bidang politik, ataupun yang paling menggegerkan adalah korupsi oleh pejabat dalam bidang hukum.
Analoginya adalah korupsi itu ibarat pohon, pohon yang besar dengan batang yang kokoh, ditumbuhi cabang-cabang yang kemudian cabang tersebut bercabang lagi atau kita sebut ranting. Namun masalah utama tersebut bukan terletak pada batangnya namun pada akarnya. Korupsi itu adalah akar dari segala masalah, Akar itu menguatkan, bahkan untuk mematikan pohon tersebut tidak bisa kita hanya menebang batangnya saja, justru akarnyalah yang harus kita habisi.
![]() |
| sumber gambar : google.com |
![]() |
| sumber gambar : google.com |
![]() |
| sumber gambar : abc.net.au |
![]() |
| sumber gambar : kompas |
![]() |
| sumber gambar : republika |
![]() |
| sumber gambar : kompas |
Apa yang ada di benak anda ketika melihat orang-orang tersebut? Mungkin kata korupsi adalah hal pertama yang akan anda ingat. Kadang masyarakat atau publik dibuat penasaran oleh hal-hal seperti ini, mereka dengan jabatan yang tinggi, kemudian gaji yang besar, materi yang berlimpah, masih saja meraup keuntungan dengan menyalahgunakan jabatannya.
Mungkin pepatah "Kejahatan bukan saja terjadi karena ada niat, tapi karena ada kesempatan" itu bukan isapan jempol semata, tapi benar-benar terjadi. Baru-baru ini publik dikejutkan oleh pejabat di Mahkamah Konstitusi, salah satu lembaga hukum tertinggi di Indonesia dengan melakukan tindak korupsi berupa kasus suap. Lantas jika sudah seperti ini, apalagi yang bisa publik percaya dari pemerintahan yang sedang berlangsung ini. Jika hukum saja dengan mudah disalahgunakan, kemana lagi publik bisa percaya, kepada lembaga mana lagi publik harus mengadu?
Akar dari masalah itu harus segera dicabut, lalu akarnya itu siapa dan seperti apa? Menurut saya akar dari masalah tersebut adalah simtem, manajemen, serta kesadaran dari pribadi masing-masing.
Jika sistem kita perbaiki, hukum dipertegas, serta tata keuangan dalam suatu lembaga dikelola dengan baik insya allah semua akan berjalan dengan lancar.
Sekarang ini, tren korupsi di Indonesia sungguh sangat memalukan, banyak koruptor yang tersenyum lebar, tertawa, serta dengan ramahnya membalas senyuman setiap orang, seperti tak takut akan hukuman. Mereka seperti merendahkan arti hukum itu sendiri, seperti menganggap hukum di negara ini bisa dipermainkan. Oleh sebab itu, cara terampuh untuk menghilangkan tindakan korupsi adalah dengan hukuman mati atau sita semua aset kekayaan yang dimiliki kepada negara, sehingga para pelaku korupsi jatuh miskin.
![]() |
| sumber gambar : obrolanpolitik.blogspot.com |
Tak sadar para koruptor telah melukai hati rakyat, termasuk saya sendiri, bagaima tidak, uang miliyran hingga triliunan rupiah hasil dari pajak yang diberikan rakyat, mereka gondol tanpa segan-segan. Mungkin itulah segelintir kasus korupsi yang sedang heboh di media masa, sebenarnya korupsi itu tidak selalu dalam bentuk yang besar dan kasat mata saja, namun juga hal-hal kecil yang dianggap sepele.
Sebagi contoh, seorang anak yang meminta uang untuk membeli buku dengan harga Rp.50.000,- padahal harga asli dari buku tersebut adalah Rp.30.000,- , contoh lagi korupsi oleh seorang kasir pegawai toko, ada konsumen berbelaja dengan total jumlah harga yang dibelanjakan konsumen tersebut adalah Rp.78.500,- kemudian membayar dengan uang pecahan Rp.100.000,- kasir tersebut hanya mengembalikan uang Rp.21.000,- lalu uang Rp.500,- tidak dikembalikan dengan alasan tidak ada receh. Memang benar nominal uang Rp.500,- sangatlah kecil, tapi coba anda bayangkan jika dalam satu hari konsumen yang datang ada 5000 orang, bayangkan berapa keuntungan yang bisa diperoleh.
Contoh lain adalah, ketika seorang siswa atau mahasiswa mencontek, mencontek merupakan salah satu bentuk korupsi yang terlalu disepelekan, menjiplak, mengcopy, membajak laporan temannya merupakan korupsi yang rata-rata hampir dilakukan. Hal ini tentunya berlaku bagi dosen atau guru, kadang dosen sering tidak hadir, dengan alasan ada urusan, sibuk, atau apalah, yang jelas-jelas dalam hal ini dosen atau guru tersebut telah korupsi, yaitu korupsi waktu mengajar, murid, siswa, atau mahasiswa berhak mendapatkan pengajaran dari guru atau dosen tersebut.
Kadang kita terlalu sibuk memikirkan hal yang besar, tanpa melihat hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Saya harap hal seperti ini bisa dibina sejak dini, jika dasar kita sudah terbentuk karakter yang kuat, maka dengan sendiri hal-hal negatif seperti itu tidak akan berpengaruh.
![]() |
| sumber gambar : www.suarapembaruan.com |
Dalam pandangan ISLAM sendiri, dosa besar bagi orang-orang yang melakukan tindakan seperti itu, atau mengambil hak orang lain, sebagaimana tercantum dalam hadits muslim.
Rasulullah saw pernah bersabda:
(( مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَل ، فَكَتَمَنَا مِخْيَطاً فَمَا فَوْقَهُ ، كَانَ غُلُولاً يَأتِي به يَومَ القِيَامَةِ ))
Barangsiapa di antaramu kami minta mengerjakan sesuatu untuk kami, kemudian ia menyembunyikan satu alat jahit (jarum) atau lebih dari itu, maka perbuatan itu ghulul (korupsi) harus dipertanggung jawabkan nanti pada Hari Kiamat. (HR. Muslim)
Lalu dari hadts yang lain, diriwayatkan dari Said bin Zaid bin Amr bin Nufail radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara dhalim, maka Allah akan mengalungkan di lehernya pada Hari Kiamat nanti dengan setebal tujuh lapis bumi. (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Sebagai seorang MUSLIM sudah sepantasnya kita takut akan azab Allah SWT. Sudah sepantasnya kita menhetahui kekuasaan-Nya, tak akan ada jalan bagi orang-orang yang sesat kecuali neraka. Jangan mau setan menertawakan kita, jangan mau jika setan ingin berunding dengan kita, kuatkankan iman, perbanyak baca alquran, perbanyak solawat, sholat lima waktu tegakan. Insya Allah, segala bentuk kebatilan akan luntur dengan sendirinya.
Jadilah orang yang selalu Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (Aswaja) dan selalu Anti Korupsi, apa itu aswaja? Definisi Aswaja Secara umum adalah satu kelompok atau golongan yang senantiasa komitmen mengikuti sunnah Nabi SAW dan Thoriqoh para shabatnya dalam hal aqidah, amaliyah fisik ( fiqih) dan hakikat ( Tasawwuf dan Akhlaq ) . Sedangkan definisi Aswaja secara khusus adalah golongan yang mempunyai I’tikad / keyakinan yang searah dengan keyakinan jamaah Asya’iroh dan Maturidiyah.
![]() |
| Sumber gambar : trimoleksono.com |
Tugas untuk meberantas korupsi bukanlah hanya tugas polisi, KPK, orang tua, guru, dan lain-lain. Tapi juga merupakan tugas kita bersama, antara lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, kemudian lingkungan sekolah, dan lingkingan sosial yang lain saling berkorelasi. Sudah selayaknya kita saling mengingatkan satu sama lain, tak perlu takut, yang perlu kita takutkan adalah Allah SWT.
Bentuklah karakter yang kuat, bentuklah iman yang kuat, perbanyak ibadah, karena dengan ingat kepada Allah maka dengan sendirinya kita akan ingat kepada dosa-dosa kita.
Mudah-mudahaan dengan tulisan singkat ini, bisa menjadi bahan renungan bagi pembaca, khususnya memaknai arti korupsi. Tak lupa pula, saya sebagai penulis menghimbau untuk terus berjuang dijalan yang lurus. Aturan atau norma yang berlaku jika diterapkan dengan baik, maka semua itu akan jauh lebih indah.
Kesempurnaan hanya milik Allah, penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan ataupun yang tidak sengaja menyinggung para pembaca.
Wabillahi taufiq wal hidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sekian, terima kasih.
- Website resmi Nahdlatul Ulama www.nu.or.id atau
- Pustaka ilmu sunni salafiyah www.piss-ktb.com atau
- Info & belajar Islam terkini www.islam-institute.com atau
- Searh Engine Islam Terpercaya www.aswajanu.com atau
- Media dakwah Islam terdepan www.cyberdakwah.com
Simbol itu bernama IPK
By : Unknown![]() |
| sumber gambar : google.com |
Diskriminasi memang momok yang paling mengerikan yang pernah saya temukan, bukan karna bentuk atau rupanya yang menyeramkan, namun karena implikasinya mampu memisahkan jurang-jurang sosial.
Termasuk dalam pendidikan, bagi para pengenyam bangku kuliah atau perguruan tinggi, tentu tidak asing dengan simbol yang bernama IPK. Lantas apa kita pantas menyudutkan, mengucilkan, atau merendahkan seseorang hanya karena memiliki IPK rendah?
Lalu apakah orang-orang yang memiliki IPK rendah hanya menjadi opsi terakhir bagi para perekrut calon karyawan di prusahaan?
Apakah seseorang yang memiliki IPK tinggi selalu lebih sukses dari seseorang yg memiliki IPK rendah ?Jika tolak ukurnya adalah simbol tersebut maka anda salah.
Yang menentukan seseorang untuk maju, untuk sukses, atau berkembang bukanlah semata-mata karena sebuah simbol, melainkan pada keinginan, kemauan,kemampuan, dan keyakinan orang tersebut untuk maju.
Saya tidak habis pikir ketika ada seseorang yang karena memiliki IPK rendah, dipandang sebelah mata tanpa mengetahui kemampuan orang tersebut melalui ajang pembuktian berupa tes.
Subyektifitas masih melekat pada instansi, atau lembaga-lembaga tertentu dalam memaknai arti simbol tersebut.
Faktanya, sebagian besar orang-orang yang memiliki IPK rendah, selalu bisa membuktikan diri bahwa mereka layak untuk maju.
Contoh saja, orang yang memiliki IPK rendah selalu memiliki kemampuan lain yang lebih menonjol dibanding bidang akademisnya. Ada yang ahli di bidang programer, ada yang ahli di bidang web developer, webmaster, designer, atlet, komunikasi, musik, memasak, dan lain-lain.
Tentu saja hal itu bukan sebatas wacana, namun juga sudah menjadi pembuktian bagi mereka karena mereka bisa menjadi mandiri dalam banyak hal. Ketika banyak perusahaan menolak, ketika instansi-intansi pemerintahan, atau swasta tidak menerima karena salah satu persyaratan yang tidak memenuhi, maka dengan sendiri jiwa-jiwa kemandirian mereka terbentuk.
Banyak dari mereka yang sudah meraup pundi-pundi rupiah dari skill yang mereka miliki, bahakan hingga ribuan dollarpun sudah bisa mereka rasakan. Bahkan hasil kerja keras mereka, jauh melampaui expektasi, jauh dari apa yang bisa dibayangkan. Semuanya bukan karena simbol, tp karena kemauan, keinginan, keyakinan, serta kemampuan, dan bukan didasarkan pada simbol semata, yaitu IPK.
Pada dasarnya semua orang adalah sukses, dan berhak untuk sukses, tergantung perspektif kita untuk melihat kesuksesan tersebut dari arah mana.













