- Back to Home »
- Simbol itu bernama IPK
Posted by : Unknown
Tuesday, 19 November 2013
![]() |
| sumber gambar : google.com |
Diskriminasi memang momok yang paling mengerikan yang pernah saya temukan, bukan karna bentuk atau rupanya yang menyeramkan, namun karena implikasinya mampu memisahkan jurang-jurang sosial.
Termasuk dalam pendidikan, bagi para pengenyam bangku kuliah atau perguruan tinggi, tentu tidak asing dengan simbol yang bernama IPK. Lantas apa kita pantas menyudutkan, mengucilkan, atau merendahkan seseorang hanya karena memiliki IPK rendah?
Lalu apakah orang-orang yang memiliki IPK rendah hanya menjadi opsi terakhir bagi para perekrut calon karyawan di prusahaan?
Apakah seseorang yang memiliki IPK tinggi selalu lebih sukses dari seseorang yg memiliki IPK rendah ?Jika tolak ukurnya adalah simbol tersebut maka anda salah.
Yang menentukan seseorang untuk maju, untuk sukses, atau berkembang bukanlah semata-mata karena sebuah simbol, melainkan pada keinginan, kemauan,kemampuan, dan keyakinan orang tersebut untuk maju.
Saya tidak habis pikir ketika ada seseorang yang karena memiliki IPK rendah, dipandang sebelah mata tanpa mengetahui kemampuan orang tersebut melalui ajang pembuktian berupa tes.
Subyektifitas masih melekat pada instansi, atau lembaga-lembaga tertentu dalam memaknai arti simbol tersebut.
Faktanya, sebagian besar orang-orang yang memiliki IPK rendah, selalu bisa membuktikan diri bahwa mereka layak untuk maju.
Contoh saja, orang yang memiliki IPK rendah selalu memiliki kemampuan lain yang lebih menonjol dibanding bidang akademisnya. Ada yang ahli di bidang programer, ada yang ahli di bidang web developer, webmaster, designer, atlet, komunikasi, musik, memasak, dan lain-lain.
Tentu saja hal itu bukan sebatas wacana, namun juga sudah menjadi pembuktian bagi mereka karena mereka bisa menjadi mandiri dalam banyak hal. Ketika banyak perusahaan menolak, ketika instansi-intansi pemerintahan, atau swasta tidak menerima karena salah satu persyaratan yang tidak memenuhi, maka dengan sendiri jiwa-jiwa kemandirian mereka terbentuk.
Banyak dari mereka yang sudah meraup pundi-pundi rupiah dari skill yang mereka miliki, bahakan hingga ribuan dollarpun sudah bisa mereka rasakan. Bahkan hasil kerja keras mereka, jauh melampaui expektasi, jauh dari apa yang bisa dibayangkan. Semuanya bukan karena simbol, tp karena kemauan, keinginan, keyakinan, serta kemampuan, dan bukan didasarkan pada simbol semata, yaitu IPK.
Pada dasarnya semua orang adalah sukses, dan berhak untuk sukses, tergantung perspektif kita untuk melihat kesuksesan tersebut dari arah mana.

