- Back to Home »
- Jakarta Macet ? Salah Siapa ?
Posted by : Unknown
Tuesday, 28 January 2014
| image source : google images |
Hal yang paling menjengkelkan ketika kita tinggal di ibu kota adalah macet, bukan Jakarta namanya kalau gk macet, hampir di semua ruas jalan di Jakarta, baik itu pagi, siang, sore, ataupun malem macet gk berhenti-berhenti. Apa sih yang bikin macet ? Apa bener sikomo itu bener-bener ada? Gile kali ya. Atau ada pasar malem ditengah jalan?Itu lebih sarap lagi. Yang jelas masalah kemacaten ini, menjadi permasalahan serius di Ibu kota, dari saling bergantinya pemimpin Jakarta, tetep aja masalah macet gk tuntas-tuntas.
Kalau gue liat, kondisi ini memang harus menjadi fokus kita semua, bukan hanya tugas pemerintah doang. Coba loe perhatikan, kondisi kesadaran diri masyarakat Jakarta untuk hidup teratur teramat sangat meperihatinkan. Loe bayangin, ketika gue jalan kaki di trotoar, para pengendara sepeda motor dengan seenaknya mengambil hak gue sebagai pejalan kaki, belum lagi traffick light, hampir semua masyarakat Jakarta mesti periksa mata, masa iya, mau itu lampu hijau ke, kuning ke, merah ke, dengan seenaknya mereka terobos. Apa mereka gk sadar, selain itu mengganggu lalu lintas, hal tersebut juga bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Belum lagi, tentang adanya kebijakan mobil murah, haduh, makin banyak aja pengendara mobil di Jakarta, kalau gue sih fair fair aja, itu hak semua orang beli mobil, hak semua orang meningkatkan taraf hidupnya, namun alangkah bijaksananya jika kita bercermin terhadap kondisi real yang terjadi di lapangan.
Pemerintah dengan semangatnya berkoar-koar, dengan aktif membuat program untuk mengurai kemacetan, dan melaksanakan program tersebut dengan baik, bahkan sangat baik, namun apa yang terjadi?Semua itu hancur dan sia-sia, bukan karena pemerintah gk becus nanganin masalah macet, tapi karena masyarakatnya sendiri yang tidak kooperatif dan tidak mendukung. Pemerintah sudah membuat aturan yang jelas, tapi dilanggar, pemerintah udah bikin program yang bagus, tapi gk ada yang dukung, ya mana bisa jalan bro, pikir dong. Percuma pemerintah punya program bagus tapi masyarakatnya gk peduli, percuma pemerintah buat aturan kalau masyarakatnya banyak yang melanggar, semua akan sia-sia. Jadi jangan salahkan pemerintah, kalau masalah macet terus berkelanjutan, enak aja nyalahin pemerintah, orang loe semua aja pada gk sadar, pada gk ngedukung. Jangan enaknya aja, dikit-dikit nyalahin pemerintah, nah loe sendiri gimana? Kelakuan loe masih pada minus kagak?. Maka dari itu, nyok sama-sama kita dukung program-program pemerintah, karena siapapun pemimpinnya, kalau masyarakatnya gk ada yang dukung percuma aja.
Dan yang paling tragis adalah, sudah melekatnya budaya instan. Masyarakat sekarang lebih berpendapat jika macet tidak bisa diatasi dalam waktu singkat, maka pemimpin tersebut gagal. Nah itu dia kesalahannya, inget bro ini Jakarta, kota dengan populasi yang sangat besar, dengan volume kendaraan yang luar biasa pula. Loe pikir benahin Jakarta gampang ? loe kira bikin kue yang 1-2 jam beres, loe mesti inget, untuk mengurai kemacetan itu bukan hal yang mudah, perlu waktu lama dan perlu kebijakan khusus untuk mengatur itu semua, ayo dong sadar diri, jangan hanya ngeluh, tapi bantu, bukan loe doang kok, gue juga sama kesel juga kalau kejebak macet, tapi gue sadar diri, gue tau apa yang harus gue lakuin, kalau buka kita yang memulai dengan berjalan ke arah yang lebih baik, siapa lagi?
Saran gue, mending bawa enjoy aja, bukan Jakarta namanya kalau gk macet, bukan Ibu kota namanya kalau gk macet. Kalau bisa, sekalian juga loe ngelatih rasa sabar loe, dengan begitu kedepannya loe bisa lebih bisa menata hati antara meluapkan emosi atau mengaturnya menjadi sebuah ketenangan.
Gue juga menghimbau, bukan berarti gue menggurui, gue bukan siapa-siapa. Ayo bareng-bareng kita bantu pemerintah, mereka udah ngegolontorin duit hingga ratusan miliar untuk mensejahterakan rakyatanya, meskipun itu duit duit kita-kita juga. Tapi apa gk mubazir kalau pemerintah menggenlontorkan dana segitu gede, tapi kita sia-siain? Kan sayang, maka dari itu mending kita bahu membahu membuat Jakarta ini menjadi lebih tertaur dan tertata, Kalau udah nyamankan kelak kita sendiri yang merasakan, bahkan anak cucu kita kelak, sudah tidak merasakan lagi kepenatan kota Jakarta. Betul tidak???
